Membandingkan Tiga Metode Riset Pengguna untuk Desain Antarmuka
Tiga metode riset pengguna sering dipakai untuk desain antarmuka: wawancara, survei, dan usability testing. Simak perbandingan kapan sebaiknya memakai masing-masing.
Usability, UX & desain antarmuka
Tiga metode riset pengguna sering dipakai untuk desain antarmuka: wawancara, survei, dan usability testing. Simak perbandingan kapan sebaiknya memakai masing-masing.
Navigasi mobile yang tepat bergantung pada struktur konten dan cara pengguna menjelajah. Panduan ini membandingkan pola umum dan kapan sebaiknya dipakai.
Indikator fokus yang hilang membuat pengguna keyboard tersesat di halaman sendiri. Panduan ini membahas cara menata fokus agar urutannya masuk akal dan selalu terlihat.
Jarak antarelemen yang tidak konsisten membuat tampilan terasa acak meski komponennya benar. Sistem spasi membantu tim memutuskan jarak tanpa menebak-nebak.
Tiga jenis alat cek kontras warna punya karakter berbeda: bawaan browser, pemeriksa daring, dan plugin desain. Pilih sesuai tahap kerja agar tidak bolak-balik.
Semakin banyak pilihan di menu, semakin lama pengguna memutuskan. Hick’s Law menjelaskan kenapa hal ini terjadi dan bagaimana menatanya di navigasi situs.
Usability testing tidak harus dimulai dengan lab dan alat mahal. Panduan langkah demi langkah usability testing untuk pemula ini menunjukkan cara menjalankannya dengan sumber daya seadanya.
Formulir yang berantakan bikin pengguna kabur di tengah jalan. Panduan ini membahas langkah praktis merancang formulir yang jelas, ringkas, dan toleran terhadap kesalahan.
Wireframe low-fidelity membantu memindahkan ide dari kepala ke kertas sebelum menyentuh alat desain mahal. Panduan ini membahas alat, urutan langkah, dan kesalahan yang sering terjadi.
Tiga aplikasi prototyping UX yang paling sering dipakai tim produk punya karakter berbeda. Perbandingan ini membantu memilih sesuai alur kerja dan jenis interaksi yang perlu diuji.